Menu

Waterlinks memfasilitasi upaya penurunan kehilangan air PDAM Kota Denpasar

  • Selasa, 19 November 2013
  • 3318x Dilihat

Pada minggu terakhir bulan Oktober tepatnya tanggal 28-31 Oktober 2013 Ranhill Utilities Sdn Bhd (Ranhill) melakukan kunjungan diagnostik ke PDAM Kota Denpasar dengan tujuan untuk mengidentifikasi isu-isu operasional kunci dalam hal produksi dan distribusi air yang berhubungan dengan kehilangan air (non revenue water atau NRW) dan manajemen tekanan serta pengaliran air yang tidak kontinu (<24 jam / hari). Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Waterlinks Alliance sebuah Non Government Organisation (NGO) yang menghubungkan operator-operator air di seluruh Asia dan membantu mengembangkan program kerja untuk twinning kemitraan diantara sesama operator air melalui program Water Operator Partnerships (WOP’s) dengan dukungan dari US Agency for International Development (USAID).

Hadir pada kunjungan diagnostik tersebut diantaranya Ir. Zainuddin bin Md Ghazali (COO Ranhill Water Services), Anuar bin Abd Ghani (Head of Network Dept SAJ Holdings, dan  Khairul Effendy bin Tusam (Head of Business Development Ranhill), Dwike Riantara (Indonesia Partnership Coordinator Waterlinks/PERPAMSI), Yolanda Gomez (Partnership Coordinator Waterlinks) dan Arijanto Istandar (Project Director WaterLinks Alliance).

Selama 4 hari kunjungan dari tgl 28-31 Oktober 2013 tersebut dilakukan kegiatan-kegiatan dengan tujuan antara lain perkenalan sesama operator air (PDAM Denpasar dan Ranhill Malaysia), Inisiasi Kemitraan, mengetahui operasi dan permasalahan PDAM Kota Denpasar, mengenal kekuatan dan kemampuan Ranhill untuk membantu permasalahan PDAM Denpasar, survey lapangan dan diskusi untuk melihat permasalahan kunci di lapangan terkait  wilayah pelayanan yang memiliki keterbatasan suplai/pengaliran, persiapan DMA, mengumpulkan data/peta/gambar, meninjau lokasi potensial untuk rencana pilot Borouge, survey acak ke pelanggan, identifikasi kebutuhan peralatan untuk DMA dan rehabilitasi perpipaan yang diperlukan. Semua kegiatan tersebut diperlukan oleh Ranhill untuk dapat melakukan penilaian cepat terhadap operasi PDAM Denpasar yang berfokus pada memungkinkan suplai air yang kontinu dengan pendekatan kehilangan air dan manajemen distribusi.  

Sebagai Assessment terhadap operasi PDAM Denpasar, Tim Ranhill yang diketuai Zainuddin menyampaikan hal-hal sbb. :

  1. Tidak dipungkiri dari laporan-laporan tentang NRW yang disampaikan bahwa PDAM Denpasar telah maju namun ada beberapa hal yang masih perlu diperbaiki terhadap pelaporan.
  2. Dalam upaya penurunan kehilangan air PDAM Kota Denpasar diharapkan mulai mengaplikasikan DMA-DMA.
  3. PDAM Denpasar diharapkan membentuk lembaga tersendiri yang khusus menangani NRW sehingga penanganan bisa lebih focus dan berkesinambungan.
  4. Kekurangan jumlah tenaga outsourcing yang khusus menangani NRW agar direview / ditambahkan.
  5. PDAM Denpasar diharapkan segera melengkapi pemasangan step valve dan mengadakan peralatan-peralatan  yang diperlukan untuk melakukan step test diantaranya : 1 unit flow dan pressure logger untuk di Meter Induk dan 2 unit pressure logger untuk di masing-masing titik kritis pelanggan serta alat deteksi kebocoran (bisa listening stick atau leak noise correlator) sehingga rencana kerja implementasi District Meter Are (DMA) segera bisa direalisasikan.

Menanggapi pemaparan hasil assessment dari Ranhill tersebut, Direktur Utama PDAM Kota Denpasar, Putu Gede Mahaputra,  langsung memerintahkan kepada Kepala Bagian Umum untuk segera membuat Surat Keputusan Direksi tentang pengangkatan Koordinator Pelaksana NRW karena untuk membentuk lembaga NRW tersendiri membutuhkan waktu lama (perlu perubahan Perda terkait Struktur Organisasi). Kepada Kepala Bagian Distribusi, diperintahkan untuk segera memasukkan dalam RKAP 2014 segala perlengkapan yang diperlukan sehubungan dengan rencana pembentukan DMA-DMA dan pelaksanaan Step Test.

Project Director Waterlinks, Ari Istandar, pada kesempatan itu juga menyampaikan tentang kemungkinan  menggandeng CSR Borouge untuk bisa mendapatkan bantuan perpipaan di Serangan. Namun sebelumnya diperlukan proposal beserta data-data pendukungnya dari PDAM Denpasar. Selanjutnya, Ari Istandar mengharapkan bila memungkinkan pada saat kunjungan Ranhill selanjutnya PDAM Denpasar dapat mengundang PDAM Bangli yang merupakan  resipien dari PDAM Denpasar saat ini untuk bisa juga mengikuti training sehingga lebih banyak lagi peserta/PDAM yang mendapat pengetahuan dan pengalaman tentang operasi penurunan NRW dari Tim Ahli Ranhill.

Menindaklanjuti hal tersebut Direktur PDAM Denpasar yang sekaligus juga Ketua DPP. PERPAMSI Bidang SDM, Putu Gede Mahaputra, memerintahkan kepada Litbang untuk mempersiapkan data-data yang diperlukan oleh Waterlinks untuk kelengkapan penyusunan proposal kepada Borouge dan meminta kepada Koordinator Kemitraan Indonesia Waterlinks/PERPAMSI, Dwike Riantara,  untuk dapat mengakomodir acara training dimaksud dengan mengundang seluruh PDAM di DPD. PERPAMSI Bali.